Gue sendiri termasuk orang yg penasaran tapi melihat antusiasme yg sungguh sangat besar dari orang-orang dan TIKET YG GA PERNAH ADA, membuat gue mengurungkan niat gue sejenak untuk menonton film ini. Kalo gue liat di trailernya sih yaa udah pasti efek visual dan hal hal teknis cekeremetenya sungguh teramat baik, HEBAT, luar biasa , Awesome ! Secara ga sengaja hari kamis kemaren gue sempet liat behind the scene nya dan ternyata hampir semua adegan di film tersebut adalah rekayasa komputer. Bahkan tempat shooting nya pun hanya di studio yg dilengkapi alat-alat rekayasa/simulasi super canggih.
Tapi ada beberapa hal yang cukup mengganggu gue...
Salah satunya adalah tentang salah penafsiran atau bisa dibilang terlalu cepat mengambil kesimpulan kali yaa..Sebagian besar dari kita (Baik yg sudah menonton maupun yg belum) , sekali lagi sebagian yaa bukan semuanya, beranggapan bahwa film ini menceritakan tentang hari KIAMAT di tahun 2012. Sayangnya kawanku, apakah pernah sang sutradara atau crew film ini menyebutkan bahwa tema besar film 2012 adalah nanti di tahun itu dunia kiamat karena aktivitas matahari lalu terjadi tsunami sangat besar bla bla bla dan bla bla bleh bluh blaa....NGGA kan?!! Lalu kalo kite liat dan perhatikeun bener2, (menurut pengakuan temen gue yg udah NONTON LANGSUNG) di akhir pelem masih ada manusia yg selamat. Sementara kalo kite baca lagi kitab suci agama kita masing-masing, yg namanya kiamat ya ga bakal ada lagi yang namanya manusia..Semuanya lenyap, hilang..SEMUA.. Jadi tolong diluruskan lagi pemahaman kita tentang film ini biar kita juga ga gampang terpengaruh atau terprovokasi sama isu-isu yg ga jelas. 2012 bukan film tentang kiamat tapi bencana maha dahsyat yg HAMPIR meng-KIAMAT-kan dunia.
Hal kedua adalah tentang seseorang, oke baiklah oknum, hmm lebih spesifik lagi, pemuka agama,dan ketua dari sebuah lembaga tertinggi agama dengan penganut paling banyak di Indonesia. Oke oke oke, beliau (pantes ga yaa disapa "beliau" ? ) adalah ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat. Satu hal yg patut diperhatikan disini, gue sama sekali tidak ingin mencela atau menghina salah satu agama atau lembaga atau instansi yg berhubungan dengan agama tersebut. Gue menaruh hormat yang amat sangat kepada saudara saudara, brothers dari kaum muslim, tapi bukan untuk petinggi agama yg munafik bau kencur ini. Mengapa?
Dengan lagak sok tau dan sok pinternya, kakek tua yg satu ini hendak memboikot film 2012 yg katanya mendahului Tuhan dan mengandung unsur SARA. OKE bos, yg pertama, Anda siapa kakek bau tanah? Sampai-sampai dengan sok berkuasa berniat melarang beredarnya film ini?
Kalo mau bicara fakta dan kebenaran, kenapa cuma film ini yg harus dicekal dan dilarang?
Gimana dengan layanan REG (spasi) RAMAL ato REG (spasi) MAMA LAUREN yg dengan secara gamblang menawarkan jasa untuk meramalkan dan MENDAHULUI NASIB. Gimana pak tua? Kaget ? Atau masih belum cukup ? Coba Bapak Ketua MUI pergi ke daerah kampung-kampung di Jakarta. Tidak usah jauh-jauh deh di dket rumah saya juga ada kok praktek dukun dan santet. Atau kita perlu pergi ke rumah nya Ki Joko Bodo? FYI, udah jadi rahasia umum kalo Ki Joko Bodo itu dipakai oleh beberapa orang-orang berduit untuk meramalkan dan menafsir berbagai macam hal yg berkaitan mungkin dengan usaha si orangk berduit..Gimana dengan "Ki-Ki"yang lain heyy kau Ketua MUI munafik?
Tentang pernyataan dia yg kedua tentang unsur SARA. Yang katanya mesjid/ka'bah atau apalah itu namanya runtuh sementara org2 dateng ke gereja untuk berlindung dan gerejanya ga runtuh dan org2 itu selamat. Dan dengan congoknya dia bilang mengandung SARA.
Kakek tua, kalo memang Anda adalah petinggi sebuah lembaga agama terbesar di Indonesia, pliss open your mind little bit' ! Anda tidak lebih dari katak dalam tempurung yg terus terjerat dalam kerangkeng pemikiran "MANA YG LEBIH BAIK dan MANA YG LEBIH BURUK" Anda terus terikat pada doktrin "perbandingan". Memangnya kenapa kalo di dalam FILM itu dilukiskan bahwa mesjid runtuh? Jadi kalo masjid runtuh, org Islam ga selamat? Kalo masjjid runtuh dan gereja ngga, jadi KRISTEN lebih baik drpd ISLAM ? Ka'bah, gereja, vihara, atau pura hanyalah simbol. Simbol kebersamaan umat seiman. Tapi simbol-simbol itu tidak akan pernah menyentuh makna terdalamnya apabila isinya dipenuhi org-org munafik seperti Bapak Ketua MUI ini. Anda, saya, dan org2 beriman lainnya lah yg punya peran penting dlm sebuah perkembangan agama. Dude, you're just like a crap of shit.. Grow up man ! Sampai kapan Anda mau membandingkan dua hal yg sampai kapan pun tidak akan pernah bisa dibandingkan. Agama tidak akan pernah bisa dibandingkan, tolong dicatat bos.. Lagipula Pak Ketua MUI, ini hanyalah sebuah FILM. Karya seni, kekayaan intelektual yg sepatutnya dihargai. Ini hanyalah hasil fantasi menakjubkan dari seseorang di luar negeri sana yg mungkin dengan khayalannya mampu memvisualisasikan bencana maha dahsyat yg terjadi di tahun 2012. FILM, bukan REALITA.
Jadi yaa ga heran kalau Indonesia ga pernah maju, terutama dalam bidang intelektualitas dan pengembangan diri, wong petinggi agama nya aja seperti itu, masih berpikiran sangat amat sempit. Lagipula masih buuuaannyaak sekali masalah yg perlu kita pikirkan dan urusi daripada sebuah film yg hanya sebuah angan-angan belaka.. Ga heran Indonesia maju 3 langkah tapi mundurnya 300 langkah..Ya kapan maju benerannya ya??!! Hanya bisa menunggu dan menunggu dengan amat sabar..
Salam Super
-hidup itu penuh perjuangan-











